Duka itu Apa?

Comments Off

..dan Barbara Lazear Ascher menjawab:

“Grief is like the wind. When it’s blowing hard, you adjust your sails and run before it. If it blows too hard, you stay in the harbor, close the hatches and don’t take calls. When it’s gentle, you go sailing, have a picnic, take a swim.”

yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kira-kira seperti ini:

“Duka itu seperti angin. Ketika dia bertiup dengan keras, kau menyesuaikan layar dan melaju di depannya. Jika dia bertiup terlalu keras, kau tinggal di dermaga, menutup pintu geladak, dan tidak kemana-mana. Ketika dia lembut, kau pergi berlayar, berpiknik, dan berenang.”

Comments are closed.